MAKALAH KEPEMIMPINAN DALAM KINERJA ORGANISASI DI MARTHA TILAAR GROUP

 
LATAR BELAKANG
Martha Tilaar Group merupakan perusahaan terkemuka di Indonesia. Terbukti dengan kemampuannya untuk tetap eksis selama 41 tahun memenuhi permintaan wanita Indonesia akan kebutuhan produk kecantikan yang inovatif dan bebas dari bahan kimia. Martha Tilaar Group yang dahulunya hanya salon kecantikan biasa sekarang sudah menjadi perusahaan nasional terkenal dengan rata-rata omset pertahun mencapai Rp. 600 miliar.
Kesuksesan bisnis Marta Tilaar Grup ini tidak lepas peran pemimpin yang memainkan peran kritis dalam membantu organisasi mencapai tujuan yang diharapkan. Selain itu, pemimpin juga merupakan ujung tombak dari organisasi yang pada gilirannya memiliki otoritas paling tinggi untuk mengambil keputusan dalam organisasi.

RUMUSAN MASALAH
Bagaimana faktor peran kepemimpinan berpengaruh terhadap kinerja organisasi di Martha Tilaar Group?

PEMBAHASAN

Kualitas Kepemimpinan Marta Tilaar
Wanita sebagai pemimpin formal pada mulanya banyak yang meragukan mengingat penampilan yang berbeda dari pemimpin laki – laki, tetapi keraguan ini dapat diatasi dengan keterampilan dan prestasi yang dicapai. Di dalam kepemimpinan baik dilakukan oleh wanita maupun laki – laki memiliki tujuan yang sama hanya saja yang berbeda dilihat dari segi fisik semat a- mata, sebagaimana dikemukakan oleh Kimbal Young (dalam Kartono, 1983 : 40) bahwa

Kepemimpinan adalah bentuk dominasi yang didasari atas kemampuan pribadi yang sanggup mendorong atau mengajak orang lain untuk berbuat sesuatu ; berdasarkan akseptasi penerimaan oleh kelompoknnya, dan memiliki keahlian khusus yang tepat bagi situasi khusus.

Untuk dapat menjadi seorang pemimpin bagi wanita, tidaklah mudah terutama sekali adalah kemampuan yang ada dalam dirinya yang ditunjang oleh latar belakang pendidikan yang sesuai dengan bidang yang akan dipegangnya, sehingga untuk menjadi seorang pemimpin yang berhasil terdapat beberapa nilai dasar dalam kepemimpinan, menurut Tilaar (dalam Tan, 1991 : 71 – 72) sebagai berikut :
  • Intelegensi yang relative lebih tinggi daripada yang dipimpin
  • Berpikir positif
  • Kedewasaan social dan cakupan jangkauan yang luas
  • Menjadi panutan yang baik
  • Menjadi pendengar yang baik
  • Keterbukaan dalam berkomunikasi
  • Tidak mudah menyerah.
Strategi Kepemimpinan Martha Tilaar
Strategi kepemimpinan Martha Tilaar yang selalu diterapkan dan diajarkan kepada karyawannya adalah pendekatan emotional trend, di mana dirinya membuat traditional colours menjadi world colours dan fashionable colours. Berdasarkan pendekatan tersebut Martha Tilaar Group berhasil meraih penjualan besar bahkan bisnisnya pernah tumbuh hingga 400%.

Martha Tilaar mempunyai gaya kepemimpinan yang cukup unik, di mana dirinya suka mengumpulkan orang-orang yang lebih pintar untuk berkarya, melalui prinsip My leadership concern is trust, and give oportunity, motivation. Ia memang sadar bahwa dengan mengumpulkan orang-orang terbaik di bidangnya maka akan diperoleh hasil terbaik pula.

Martha Tilaar memiliki gaya kepemimpinan inovatif. Seseorang yang memiliki kepemimpinan inovatif hampir tidak cepat puas dengan kinerja yang dicapai perusahaan. Dia ingin selalu terus belajar dan mencari temuan-temuan baru yang unik. Gagasan-gagasan baru hampir tak pernah berhenti. Hal ini karena rasa ingin tahu begitu besarnya. Kemampuan berimajinasi sangat dominan dalam menciptakan sesuatu yang baru. Pemimpin model seperti ini menyadari tidak mungkin proses penemuan inovasi baru bisa dilakukan sendiri. Karena itu dia selalu mendorong para karyawannya untuk berpikir dan mengembangkan gagasan-gagasan baru yang inovatif. Tidak jarang lalu dibentuk tim inovasi yang anggota-anggotanya terdiri dari karyawan berlatar belakang sesuai dengan kompetensinya.Untuk itu dia membuat suatu road map penelitian yang jelas apa yang ingin dicapai berikut langkah-langkah strategis dan target waktunya.

Sifat Kepemimpinan Martha Tilaar
Martha Tilaar sebagai pendiri MARTA TILAAR GRUP selalu menekankan beberapa hal yang dilakukannya agar memperoleh kesuksesan seperti sekarang. Yang pertama kali harus dimiliki adalah jiwa “DJITU”. Djitu disini adalah jujur, inovasi tekun dan ulet. Sikap ini yang terus ada dalam diri Martha sehingga membawa kesuksesannya sampai dengan sekarang. Mental DJITU ini yang harus dimiliki oleh semua entrepreneurship agar dapat mencapai kesuksesan ditengah dunia yang semakin banyak tantangan. Sebelum memulai usaha juga harus meneliti lingkungan yang ada yaitu dengan melakukan riset pasar agar yang diperbuat oleh perusahaan dapat menarik pasar.

Konsisten adalah kata yang selalu melekat dalam MARTA TILAAR GRUP. Kata ini diterapkan dalam semua bidang baik konsistensi terhadap produknya, konsistensi terhadap semua unsur manusia dan lingkungan yang terlibat baik langsung maupun tidak langsung kepada MARTA TILAAR GRUP.

KESIMPULAN DAN SARAN
Organisasi yang baik menitikberatkan pada sumber daya manusia untuk menjalankan fungsinya dengan optimal, khususnya saat menghadapi dinamika perubahan lingkungan yang terjadi. Peran kepemimpinan berbeda-beda karena tergantung spesifikasinya.

Peranan Martha Tilaar dalam bisnisnya adalah beliau mampu menjadi ibu bagi para karyawannya. Hal ini terlihat dalam mendorong karyawan agar kreatifyang dilengkapi dengan kebijakan-kebijakan dalam pemberian penghargaan. Karyawan yang punya gagasan bagus, diberikan penghargaan misalnya berupa kesempatan beasiswa untuk menempuh pendidikan formal. Selain itu Martha Tilaar memberi kesempatan kepada karyawan untuk melakukan percobaan-percobaan dalam merancang suatu inovasi secara bersinambung. Kalau pun ditemui kegagalan, Martha Tilaar hanya mengganggapnya sebagai suatu proses belajar menuju keberhasilan. Intinya beliau menganggap tak ada gagasan yang buruk. Bahkan dengan cara ini baik beliau maupun para karyawannya memperoleh wawasan dan perspektif baru. Pada gilirannya akan diperoleh suatu terobosan-terobosan yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.

DAFTAR PUSTAKA
Chalagalla, Goutam N and Tasadaduq A Shervani (1996), “Learning and Leadership of Salespeople: The Role of Supervisors, Journal of Marketing Research, Vol XXXV, May, 267-274

House, R. J & Shamir, B, 1993, “Toward an Integration of Transformational, Charismatic and Visionary Theories of Leadership, Leadership Perspectives and Research Directions: p.81-107. New York: Academic Press

Stephen P. Robbin. (1994) “Teori Organisasi Struktur, Desain, dan Aplikasi” Arcan: Jakarta

Yeung, Arthur; Patricia Woolcock and John Sullivan, 1998, “Identifying and Developing HR Competencies For The Future,” Human Resource Planning

Yukl, G. A, 1998, Leadership in Organizationals, 4 Ed. Prince Hall, Upper Saddle River, NJ

Makalah ini cuma versi sampel aja....
Untuk versi lengkap atau 
pembuatan makalah judul lain
Silakan Request Aja Langsung
 
Diana - o85868o39oo9
 
Dijamin Beress & Ga ribet
Thanks..