Pricing Strategy AirAsia



Pricing Strategy AirAsia
Pendahuluan
Transportasi adalah pemindahan manusia, hewan atau barang dari satu tempat ke tempat lainnya dengan menggunakan sebuah wahana yang digerakkan oleh manusia dan atau mesin. Transportasi digunakan untuk memudahkan manusia dalam melakukan aktifitas sehari-hari. Alat Transportasi sendiri dibagi 3 yaitu transportasi darat, transportasi laut dan transportasi udara.
Pada zaman globalisasi seperti sekarang ini penduduk Indonesia menjadikan transportasi udara menjadi transportasi utama. Semenjak tahun 2000 dilonggarkannya peraturan mengenai penerbangan maskapai, oleh karena itu banyak maskapai-maskapai yang bermunculan di Indonesia. Banyaknya bisnis penerbangan di Indonesia pada saat ini menyebabkan para pengusaha di bidang maskapai penerbangan di hadapkan pada arus persaingan yang ketat. Situasi persaingan yang ketat untuk memasuki pasar baru telah menyebabkan perusahaan-perusahaan maskapai penerbangan sulit untuk meningkatkan jumlah pelanggan. Ketatnya persaingan yang terjadi di industri penerbangan nasional dan internasional adalah hal persaingan dalam harga dan produk yang ditawarkan bukan perang dalam hal pelayanan (service) untuk meningkatkan jumlah konsumen. Harga merupakan salah satu penentu keberhasilan suatu perusahaan karena harga menentukan seberapa besar keuntungan yang akan diperoleh perusahaan dari penjualan produknya baik berupa barang maupun jasa. Pasar yang sudah ada, banyak produk dengan berbagai keunggulan serta memiliki nilai lebih dari produk yang ditawarkan oleh para pesaing, sehingga sulit bagi perusahaan untuk merebut pangsa pasar dari pesaing. Alternatif yang lebih baik adalah melakukan berbagai upaya untuk mempertahankan pasar yang sudah ada, salah satunya adalah dengan meningkatkan jumlah konsumen.
Banyak perusahaan maskapai yang menawarkan berbagai strategi dalam menghadapi persaingan diantaranya ada perusahaan maskapai yang menawarkan full service atau dengan menawarkan harga yang rendah (Low Cost Carrier), ada beberapa perusahaan maskapai yang menggunakan strategi dengan menawarkan harga rendah untuk merebut pangsa pasar di Indonesia untuk menghadapi persaingan yang begitu ketat.
AirAsia mengalami perkembangan yang sangat cepat. Dari sebuah perusahaan yang punya hutang hampir Rp 100 milyar di tahun 2001, kemudian melalui Tony Fernandes, tiba-tiba menjelma menjadi perusahaan LCC terkemuka di Asia dengan keuntungan bersih sekitar Rp 567 milyar pada pertengahan tahun 2007. AirAsia “hanya” bermain di kelas bawah dalam kelompok yang disebut “Low Cost Carrier ”. Ciri strategi bersaing AirAsia dengan fokus pada penerbangan murah, atau low cost carrier  (LCC). Segmen yang dilayani terutama mereka yang sensitif terhadap harga, bahkan lapisan masyarakat yang belum pernah menggunakan transportasi udara

Profil AirAsia
AirAsia adalah maskapai penerbangan berbiaya hemat dan murah terkemuka di Asia asal Malaysia yang berkantor pusat di Kuala Lumpur. Dalam kurun waktu 12 tahun, AirAsia telah melayani 88 destinasi, menerbangkan lebih dari 220 juta penumpang, yang berkembang dari 2 buah pesawat menjadi 150 buah pesawat. AirAsia menjadi maskapai penerbangan ASEAN dengan basis operasi di Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, dan India. Jaringan rute AirAsia tersebar di seluruh Asia Tenggara juga Cina, India, dan Australia. AirAsia meraih gelar The World’s Best Low Cost Airline dari SkyTrax  selama enam tahun berturut-turut, yaitu tahun 2009, 2010, 2011, 2012, 2013, dan 2014, serta The World’s Leading Low Cost Airline di ajang World Travel Awards 2013. Maskapai ini pun dinobatkan sebagai maskapai terbaik penerbangan bertarif rendah di dunia dan pelopor perjalanan berbiaya rendah di Asia.
Maskapai penerbangan AirAsia awalnya dimiliki oleh DRB-HICOM milik Pemerintah Malaysia, namun maskapai ini memiliki beban yang berat dan akhirnya dibeli oleh Mantan Eksekutif Time Warner, Tony Fernandes, dengan harga simbolik 1 Ringgit pada 2 Desember 2001. Tony melakukan turnaround dan AirAsia berhasil membukukan laba pada 2002 dengan berbagai rute baru dan harga promosi serendah 10RM bersaing dengan Malaysia Airlines.
Perusahaan yang bergerak dalam bidang transportasi udara dengan sistem harga murah (low cost) dan sistem What You Pay Is What You Get. AirAsia memang perushaan yang saat ini sangat melesat kepopularitasannya di industri penerbangan. Dengan semboyan “Now Everyone Can Fly” membuat suatu sistem penerbangan murah (low cost) baru dengan penjualan online dengan alamat AirAsia.com. AirAsia sendiri adalah sebuah perusahaan berbasis di Malaysia terlibat dalam penyediaan jasa transportasi udara. Perusahaan mengoperasikan armada 90 pesawat dan terbang ke lebih dari 60 tujuan dari hub di Malaysia, Thailand dan Indonesia.

Pricing Strategi
Harga merupakan elemen penting dalam strategi pemasaran dan harus senantiasa dilihat dalam hubungannya dengan strategi pemasaran. Harga berinteraksi dengan seluruh elemen lainnya dalam bauran pemasaran untuk menentukan efektivitas dari setiap elemen dan keseluruhan elemen. Tujuan yang menuntun strategi penetapan harga haruslah merupakan bagian dari tujuan yang menuntun strategi pemasaran secara keseluruhan.
Harga merupakan satu-satunya unsur bauran pemasaran yang memberikan pemasukan atau pendapatan bagi perusahaan. Dari sudut pandang pemasaran, harga merupakan satuan moneter atau ukuran lainnya (termasuk barang dan jasa lainnya) yang ditukarkan agar memperoleh hak kepemilikian atas penggunaan suatu barang atau jasa. Pengertian ini sejalan dengan konsep pertukaran (exchange) dalam pemasaran.
Strategi penetapan harga menjadikan tantangan yang semakin meningkat untuk banyak perusahaan, karena deregulasi, informasi dari pembeli, persaingan global yang ketat, pertumbuhan pasar yang lambat dan peluang perusahaan untuk meningkatkan posisi pasarnya. Harga berdampak pada kinerja keuangan dan berpengaruh penting pada nilai penempatan posisi merek di benak pelanggan. Harga juga memungkinkan menjadi sebuah perwakilan dari ukuran kualitas produk manakala pelanggan sulit mengevaluasi produk yang kompleks.
Di dalam proses penetapan harga jual suatu produk, perusahaan hendaknya mengikuti prosedur yang terdiri dari enam langkah pokok, yaitu memilih sasaran harga, menentukan permintaan, memperkirakan biaya, menganalisis pesaing, memilih metode harga dan memilih harga akhir.

Pricing Strategi AirAsia
AirAsia masuk ke Indonesia pada December 2005 dengan mengambil alih dari perusahan Air Wagon International (AWAIR). Pada saat itu juga Indonesia AirAsia masuk ke Indonesia sebagai maskapai bertarif rendah. Indonesia AirAsia pada awal kemunculan sama sekali tidak memiliki competitor sama sekali, karena secara keseluruhan maskpai di Indonesia merupakan maskapai premium yang menawarkan fasilitas lengkap atau biasa yang disebut full service. Ada beberapa hal yang membuat Indonesia AirAsia menjadi maskapai yang bertarif rendah antara lain; fasilitas tambahan seperti bagasi check-in, makanan, dan pemilihan tempat duduk, belum termasuk dalam tarif tiket. Untuk mendapat fasilitas tersebut, penumpang harus mengeluarkan biaya tambahan. Hal tersebut membuat tarif Indonesia AirAsia dibawah tarif rata-rata maskapai lain.
Berlomba-lomba dengan tarif merupakan salah satu strategi maskapai untuk mencapai target jumlah penumpang. Maskapai seperti Indonesia AirAsia sudah menawarkan tarif rendah dengan fasilitas yang disesuaikan seperti check-in bagasi, makanan, dan tempat duduk yang dimana penumpang harus mengeluarkan biaya tambahan untuk fasilitas tersebut. Maskapai full service menjadi ancaman tersendiri bagi Indonesia AirAsia yang dimana mereka menawarkan tarif yang relatif sama dengan Indonesia AirAsia untuk bulan tertentu. Hal tersebut membuat maskapai full service dan tarif rendah melakukan perang tarif.  Namun, maskapai full service tidak selalu menawarkan tarif murah karena biaya operasional mereka yang besar yang harus maskapa tanggung sendiri.
AirAsia Indonesia membuat model biaya hemat melalui implementasi dari berbagai strategi kunci dengan mengutamakan keselamatan dan memastikan tarif terhemat dan produktivitas yang tinggi. Menyediakan pilihan layanan yang sesuai dengan kebutuhan bagi para penumpang tanpa menurunkan kualitas dan layanan yang diberikan. Selain itu, AirAsia juga berusaha memastikan bahwa setiap proses dilakukan secara sederhana dan efisien. AirAsia juga menawarkan kanal distribusi yang luas dan inovatif untuk memudahkan proses pembelian produk dan perjalanan serta menerapkan jaringan point to point agar pengoperasian menjadi sederhana dengan berbiaya yang rendah.
AirAsia ingin memberikan pelayanan terbaik kepada para penumpang dengan menerapkan tarif sehemat-hematnya dengan mengutamakan slogan “Now Everyone Can Fly”. Hal tersebut tentunya sangat berpengaruh dengan kualitas yang diberikan, tetapi AirAsia berkomitmen memberikan pelayanan yang melebihi dari ekspektasi penumpangnya. Air Asia selalu berusaha sebagai maskapai penerbangan berbiaya hemat dari maskapai lainnya dengan kategori low cost airlines. Strategi pricing yang rutin dilakukan Air Asia adalah melalui promo tiket setiap minggunya.
Dalam penerapan strategi pricing oleh Air Asia, terdapat dua pilihan harga dengan diferensiasi tertentu yang bisa didapatkan oleh penumpang. Yaitu dengan tarif rendah dan premium flexdimana harga tersebut memiliki perbedaan satu sama lainnya.
a.    Low Cost
Pengertian bisnis biaya rendah atau low cost adalah bisnis yang memilih strategi memangkas beberapa atribut produk agar dapat meminimalisir biaya kemudian dapat menawarkan produk dengan harga lebih murah. Tidak ada embel-embel (no frills) adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan setiap layanan atau produk dimana fitur non-esensialnya telah dihapus untuk menjaga harga rendah. Penggunaan istilah no frills mengacu pada sesuatu yang ditawarkan kepada pelanggan tanpa biaya tambahan.
Konsep low cost merupakan strategi yang menekan semua cost dalam perusahaan AisAsia. Hal ini mencakup cakupan yang sangat luas mulai dari menekan harga aftur, mempercepat turn around time di setiap airport, menekan cost untuk ground handling, menekan cost marketing, dan lain sebagainya. Kunci dari sebuah strategi yang sukses adalah sulit untuk di tiru oleh para kompetitor dan sejauh ini, belum ada low cost carrier yang dapat menekan cost lebih rendah dari AirAsia. Ini adalah strategi AirAsia, dengan menekan semua cost tanpa mengorbankan kualitas, keamanan dan kenyamanan.
Kunci dalam menyajikan tarif rendah adalah konsisten menjaga biaya tetap rendah. Untuk mencapai biaya rendah dibutuhkan efisiensi tinggi di setiap bagian dari bisnis dan mempertahankan kesederhanaan. Oleh karena itu setiap proses sistem harus menggabungkan praktek-praktek industri terbaik.
b.    Low Cost Airlines
Istilah Penerbangan low cost juga sering disebut dengan low cost carrier (LCC). LCC merupakan model penerbangan yang unik dengan strategi penurunan operating cost. Dengan melakukan efisiensi biaya di semua lini, maskapai melakukan hal-hal yang tidak biasa dengan maskapai lain pada umumnya. Jika maskapai lain pada umumnya melakukan penambahan layanan yang memiliki value added dengan penambahan catering, penyediaan newspaper atau magazine, in fligt entertainment, in flight shop, lounge, free taxy after landing, exclusive frequent flier service, dan lain sebagainya. Berlawanan dengan hal tersebut, low cost carrier melakukan eliminasi layanan maskapai tradisional yaitu dengan pengurangan catering, minimize reservasi dengan bantuan teknologi IT sehingga layanan nampak sederhana dan bisa cepat. Pelayanan yang minimize ini berakhibat dalam hal penurununan cost, namun faktor keselamatan tetap dijaga untuk menjamin kenyamanan dan keselamatan penumpang sampai ke tujuan. LCC adalah redifinisi bisnis penerbangan yang menyediakan harga tiket yang terjangkau serta layanan terbang yang minimalis. Intinya, produk yang ditawarkan senantiasa berprinsip low cost untuk menekan dan mereduksi operasional cost sehingga bisa menjaring segmen pasar bawah yang lebih luas.
AirAsia selalu berusaha sebagai maskapai penerbangan berbiaya hemat dari maskapai lainnya dengan kategori low cost airlines. Strategi pricing yang rutin dilakukan AirAsia adalah melalui promo tiket setiap minggunya. Semua promo yang diberikan oleh AirAsia tersedia di AirAsia.com maupun aplikasi android. Hal tersebut bertujuan untuk menjaga agar harga tiket yang diberikan tidak menjadi lebih mahal dari seharusnya yang harus dibayarkan oleh penumpang. Dalam penerapan strategi pricing oleh AirAsia, terdapat dua pilihan harga dengan diferensiasi tertentu yang bisa didapatkan oleh penumpang yaitu dengan tarif rendah dan premium flex dimana harga tersebut memiliki perbedaan satu sama lainnya. Menurut penjelasan dari Erlangga Maharesha, dalam penetapan harga pada masa-masa tertentu juga dilakukan oleh AirAsia. AirAsia menaikkan harga tiket seperti saat momen lebaran atau libur sekolah. Alasan diberlakukannya dalam penetapan harga tersebut adalah salah satu langkah untuk meningkatkan pendapatan perusahaan.
Penerbang berbiaya rendah atau Low Cost Carrier (LCC) sedang menjadi trend, dimana banyak maskapai-maskapai penerbangan masuk kedalam kategori LCC. Penerbangan tarif rendah merupakan memang lebih banyak peminatnya terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Namun, pemerintah khususnya Kementrian Perhubungan memiliki pandangan lain mengenai penerbangan biaya rendah yaitu dalam perturan tidak mengenal LCC atau tarif rendah. Kini biaya tiket tidak diizin dibawah 40% dari batas tarif atas. Dengan ada nya pembatasan tarif ini minimum tersebut maskapai penerbangan dapat memiliki biaya lebih untuk meningkatkan atau menjaga pelayanan kelayakan, dan keamanan penumpang maupun pesawat. Regulasi ini tentu membuat keberatan dari berbagai pihak, pasalnya di negara lain pemerintah tidak mengatur atau membatasi penerbangan biaya murah. Restriksi lain dari pemerintah adalah dari Kemenhub yang mengungkapkan syarat ekuitas positif bagi perusahaan penerbangan. Saat ini, Air Asia termasuk dalam tiga maskapai berjadwal yang tercatat memiliki permodalan atau ekuitas yang negatif. Menurut pemerintah, ekuitas negatif ini tidak sehat bagi penerbangan Indonesia, karena dapat berpengaruh terhadap keselamatan penerbangan.

Kesimpulan
Kekuatan utama sebenarnya pada perusahaan AirAsia adalah berbasis di cara-cara inovatif untuk menjaga biaya rendah yang sulit untuk ditiru. Hal ini telah memungkinkan AirAsia untuk diposisikan dan menjadi pemimpin pasar di low cost carrier. Selain itu, kombinasi warna merah dan putih di logo AirAsia bertindak sebagai alat untuk mewarnai produk dalam industri penerbangan di kawasan Asia dengan menciptakan citra diri seperti penerbangan lain yang tidak memiliki kombinasi sama dari warna seperti AirAsia yaitu merah dan putih. Singkatnya, AirAsia telah berhasil membuktikan menjadi pemenang penghargaan dan maskapai penerbangan bertarif rendah terbesar di Asia. Dari kaca mata finance, strategi Air Asia ini bisa diterjemahkan mengubah biaya fixed cost menjadi biaya variable karena pendapatan perusahaan tersebut juga tidak tetap atau berubah-ubah, artinya efisiensi dilakukan dengan tidak menurunkan kualitas tetapi beban operasional dibuat minimal.

Daftar Pustaka
Abdullatif Assalam. 2014. Siapa Tony Fernandes, Pemilik AirAsia? http://rimanews.com/internasional/asia/read/20141230/189437/Siapa-Tony-Fernandes-Pemilik-AirAsia-

Anisa Rosdiana. 2013. Analisi Kinerja Harga Pengaruhnya Terhadap Reputasi dan Keputusan Menggunakan Jasa Penerbangan (Survei terhadap penumpang Air Asia dengan rute Bandung – Denpasar). Jurnal Ilmu Manajemen & Bisnis - Vol. 04, No. 01. Maret 2013

Hajar, Ibnu, dkk. 2014. Segmentation, Targeting, Positioning and Strategy of Radio Company in Kendari, Southeast Sulawesi. International Journal of Humanities and Social Science Invention. ISSN (Online): 2319-7722. ISSN (Print): 2319-77144 www.ijhssi.org Volume 3 Issue 10. PP. 47-54. http://www.ijhssi.org/papers/v3(10)/Version-2/G03102047054.pdf

Lestarini, Ade Hapsari. 2015. Ingin Semua Orang Nikmati Penerbangan, AirAsia pun Berdiri. http://ekonomi.metrotvnews.com/read/2015/01/02/339827/sejarah-berdirinya-airasia


Verina H. Secapramana. 2001. Model Dalam Strategi Penetapan Harga. Unitas, Vol. 9, No. 1, September 2000 - Pebruari 2001, 30-43


Mau dibuatkan paper seperti ini?
Atau tugas-tugas custom lainnya?
Silahkan contact ke WA 085868039009 (Diana)
Happy Order :)

POSITION PAPER Egypt for Topic Yaman Stability



POSITION PAPER

Delegation       : Egypt
Committee      : Arab League
Topic               : A Yaman Stability (A)

            Egypt considers that Yeman stability is  a threat towards the condusive situation in the world, especially for Arab League acountries which are located around Yeman. Egypt doubts the possibility of revolustion in Yeman can be succeed because it is hard to find the indication that proceed to the united national mass movement. Yaman suffered from social fragmentation (either ethnic or denominational). The integration of revolution purpose is hardly establish: the amain challenge that dangerously cause schism in Yeman is the rebellion of South Yeman which wants a separation and Syiah sect from Houtihis on north likewise. Besides, the majority of Yeman people still live in countryside and become the very most contribution of the literacy number and proverty rate. Miserably, the amount of proverty and foolishness, and there is a partition amongs ethnics in Yeman, so that causing a disunity. By considering this condition, it can be said that democracy and stability in Yeman is difficult to be established, or even the opposite possibility may be greater. 
            Egypt states the solidarity towards the conflict that happens in Yemen, and Egypt gives its support towards the effort to fix the Yemen’s stability. Egypt is ready to establish collaboration with the whole fortress in Yemen and to play a role in order to support national stability of this country. Protests, collisions, and slaughterings in Yemen claim to carried out investigation toward  the whole crimes in  this country, including al-qaeda terrorist network, that become international threats.

RESOLUTION

DRAFT RESOLUTION 1.1

Delegation       : Egypt
Committee      : Arab League
Topic               : A Yemen Stability

The General Assembly,

Recalling its Yemen Resolution 2014, UN Security Council Resolution 2051,

Further recalling Article 1 of Treaty of Joint Defense and Economic Cooperation Between the States of the Arab League, June 17, 1950, stated that
The Contracting States, in an effort to maintain and stabilize peace and security, hereby confirm their desire to settle their international disputes by peaceful means, whether such disputes concern relations among themselves or with other Powers,
Recognizing that the problem of Yemen stability as threats of international security, especially for Arab League countries,

Realizing the need for all nations and its citizens to get save and security,

1.   Recommends that a international organization and members of Arab League give humanitarian aid for Yemen, proposed as follow;
a.       The type of aid that Yemen receives needs to be diversified and aimed at destroying the roots of hatred and radicalization. This can only be done by having people live comfortably--giving them security, income, peace, and tranquility.
b.      The country needs to also be well educated in order to be able to diversify the economy, and thus, it is  imperative that schools be developed and that conservative militant groups do not discourage girls and women from attending school or work.
c.       As for security, countries with superior military capabilities should cooperate more with Yemen in obtaining intelligence. A police force that behaves and acts responsibly when dealing with the people is of great importance in order to ensure respect for human rights and to decrease distrust of the government.
2.   Yemen carries out inclusive National Dialogue Conference, which would give input to the process of institution making and open the path for election the following year.
3.   Yemen is trying to abolish the sharp differences within their social structure, through these following steps:
a.         Uniting movement with their archenemy is Saleh regime and his anasir that still stay in today and
b.        Developing democracy institution which ascertain check and balance system. Process and rapidness of the change will depend on the oposition power in north and south which integrate to make an alliance and the ability of this  movement to retain their interest and support from Yemen’s people entirely.
c.         Integrating agendas.