Pandangan World Bank dan Bank Indonesia Terhadap Tingkat Stabilisasi Dan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia



Pandangan World Bank dan Bank Indonesia Terhadap Tingkat Stabilisasi Dan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
I.                   Pendahuluan
a.      Latar Belakang
Perekonomian merupakan salah satu tonggak hidup suatu Negara yang teramat penting bagi kelangsungan hajat hidup orang banyak dala lingkup ini adalah masyarakat. Perekonomian suatu Negara bisa dikatakan berhasil dan tidaknya bias dilihat dari tingkat pertumbuhan stabilitas dan pertumbuhan ekonomi Negara tersebut. 
Pertumbuhan ekonomi (Economic Growth) adalah perkembangan kegiatan dalam perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksikan dalam masyarakat bertambah dan kemakmuran masyarakat meningkat. Masalah pertumbuhan ekonomi dapat dipandang sebagai masalah makro ekonomi dalam jangka panjang. Perkembangan kemampuan memproduksi barang dan jasa sebagai akibat pertambahan faktor-faktor produksi pada umumnya tidak selalu diikuti oleh pertambahan produksi barang dan jasa yang sama besarnya. Pertambahan potensi memproduksi seringkali lebih besar dari pertambahan produksi yang sebenarnya. Dengan demikian perkembangan ekonomi adalah lebih lambat dari potensinya. (Sadono Sukirno, 1994;10).
Sementara itu pertumbuhan ekonomi menurut Prof. Simon Kuznets (dalam Jhingan, 2000: 57), adalah kenaikan jangka panjang dalam kemampuan suatu negara untuk menyediakan semakin banyak jenis barang-barang ekonomi kepada penduduknya. Kemampuan ini tumbuh sesuai dengan kemajuan teknologi, dan penyesuaian kelembagaan dan idiologis yang diperlukannya.


Ini hanya versi sample...
Untuk order versi lengkapnya, silahkan hubungi o85868o39oo9
dengan menyebutkan judul di atas
trims...

 

OTONOMI DAERAH DI INDONESIA



OTONOMI DAERAH DI INDONESIA

A.      PENDAHULUAN
Indonesia merupakan Negara yang luas dengan terdiri dari banyak pulau yang terpisahkan oleh lautan. Oleh karenanya menimbulkan permasalahan dalam pelaksanaan pemerintahan. Selain permasalahan pemerintahan permasalahan lainnya seperti transportasi, pemerataan ekonomi, pembangunan, dan pemerataan penduduk juga menjadi masalah yang cukup rumit bagi pemerintah pusat. Karenanya, system pemerintahan yang bersifat sentralisasi seperti yang dulu diterapkan saat penjajahan Belanda tidak bisa berjalan dengan baik. Untuk itu, system pemerintahan ini diubah menjadi system yang terdesentralisasi dan memberikan otonomi ke tiap-tiap daerah (propinsi).
Implementasi otonomi daerah ini sendiri diatur di dalam Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 mengenai Pemerintah Daerah dan Undang-Undang No. 33 Tahun 2004 mengenai Pertimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. Otonomi daerah ini juga merupakan perwujudan dari system pemerintahan yang bersifat demokrasi. Karenan di dalam demokrasi terdapat kebebasan yang diberikan oleh pemerintah pusat kepada tiap-tiap propinsi (desentralisasi) sehingga diharapkan tiap propinsi dapat mengembangkan daerahnya dengan lebih baik dan lebih cepat (efektif dan efisien), dibandingkan harus menunggu pemerintah pusat yang memberikan tindakan atau inisiatif. Di setiap propinsi yang ada di Indonesia masih terdapat pembagian daerah lagi menjadi kabupaten dan kota. Untuk itu, pemisahan pemerintahan di tiap kabupaten dan daerah semakin memberikan wewenang ke tiap pemerintah untuk dapat mengembangkan daerahnya masing-masing.


Ini hanya versi sample...
Untuk order versi lengkapnya, silahkan hubungi o85868o39oo9
dengan menyebutkan judul di atas
trims...


Positioning Jogja Never Ending Asia



JOGJA NEVER ENDING ASIA”
POSITIONING JOGJA

Overview 
            StrategiBrandingmerupakan salah satu proses strategi pemasaran yang sering diterjemahkan kegiatan periklanan. Fenomena citybranding atau destination branding saat ini sedang menjadi hot issues bagi para praktisi pemasaran. Kegiatan city branding tak lepas dari kerja sama pihak pemerintah daerah dengan pihak swasta yang memiliki kepentingan seperti biro perjalanan, penerbangan, hotel dan lain-lain. Untuk membangun city branding atau merk kota, maka diperlukan strategi yang tepat dan efektif. Karena itu, pemerintah pastinya membutuhkan peran jasa konsultan pemasaran, khususnya yang menangani manajemen merek. Seperti halnya kota Yogyakarta yang memiliki city branding “Jogja : Never Ending Asia.”  
Yogyakarta yang sejak dulu disebut sebagai Kota Pelajar atau Kota Gudeg ini memiliki berbagai tujuan wisata yang menarik. Bukan hanya wisata alam, tapi juga wisata budaya. Berbagai sudut kota memang layak untuk dikunjungi baik oleh turis local maupun turis asing. Keraton, Malioboro, Gunung Merapi, Pantai Parangtritis, dll menjadi tempat-tempat wisata yang sangat menarik.

Analisis Situasi
Pada saat terjadi krisis ekonomi yang dimulai tahun 1997, memberikan imbas pada penruunan kunjungan wisatawan ke Yogyakarta. Semenjak krisis, kunjungan wisatawan asing ke kota Yogyakarta selalu berada di bawah angka 100 ribu. Padahal, sebelumnya perolehan wisatawan asing selalu dia atas angka tersebut. Namun, propinsi ini beruntung karena kunjungan wisatawan domestik yang berkisar 1 juta orang per tahun.