Tampilkan postingan dengan label analisis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label analisis. Tampilkan semua postingan

Analisis Strategi Penetapan Harga Produk Amanda Brownies


Analisis Strategi Penetapan Harga Produk Amanda Brownies


A.    Pendahuluan  
Harga berperan sebagai penentu utama pilihan pembeli, walaupun faktor-faktor non harga juga telah memiliki peran penting yang mempengaruhi perilaku pembeli, harga masih menjadi salah satu unsur terpenting yang menentukan pangsa pasar dan keuntungan yang didapatkan perusahaan. Dalam menentukan harga, perusahaan wajib untuk memperhatikan sasaran dalam menetapkan harga. Perusahaan dapat memilih sasaran yang dinilai sesuai dengan tujuan perusahaan, baik yang berorientasi pada laba, berorientasi pada penjualan, atau berorientasi pada pesaing. Masing-masing sasaran tersebut mempunyai keunggulan yang harus disesuaikan dengan tujuan perusahaan. Pemilihan sasaran yang tepat akan membantu perusahaan mencapai tujuan perusahaan dengan baik (Dewantoro, 2015). Tulisan ini akan menganalisis strategi penetapan harga produk pada Amanda Brownies.
B.     Pembahasan
1.      Gambaran Umum Amanda Brownies
CV Amanda Brownies sudah berdiri sejak tahun 2000 dengan kantor yang terletak di di Jalan Rancabolang, Bandung. CV Amanda Brownies merupakan perusahaan yang menjalankan bisnis kuliner dan terfokus pada brownies, dengan produk unggulan yaitu brownies kukus. Perusahaan telah memulai penjualan sejak tahun 2000 dengan nama “Amanda” yaitu singkatan dari “Anak Mantu Damai”. Dipelopori oleh suami istri bernama Joko dan Atin, seiring dengan perkembangan pasar, “Amanda” menjadi pemimpin pasar bisnis kue brownies di Kota Bandung dengan tetap mempertahankan, memperbaiki dan terus mengembangkan kualitas produknya. Amanda Brownies juga terus berinovasi dengan mengeluarkan produk baru yaitu cheese stick, sweet stick, bungket duo, pisang bolen keju, pisang bolen cokelat, pink marble, cheese roll, chicken pastry, beef pastry, cake bakan sarikaya, cake ketan bakar blueberry. Inovasi pada menu yang ditawarkan oleh Amanda Brownies tersebut membantu mendorong pertumbuhan usaha perusahaan, sehingga mulai pada tahun 2007 Amanda Brownies membuka sejumlah cabang di kota Bandung maupun luar kota Bandung seperti Surabaya, Bogor, Cimahi, Jakarta, Cirebon, dan Yogyakarta (Friyatmi, 2015).
2.      Target Pasar Amanda Brownies
Segmentasi pasar mencakup aktivitas yang membagipasar yang miliki sifat heterogen kedalam satu-satuan pasar yang bersifat homogen. Segmentasi pasar Amanda Brownies melakukan segmentasi berdasarkan kalangan yaitu kalangan menengah atas dan menengah bawah. Untuk menunjang segmentasi ini, Amanda Brownies melakukan berbagai variasi dalam jenjang harga dari yang murah hingga yang mahal, hal ini agar masyarakat kelas menengah kebawah dapat menjangkaunya, tetapi lebih difokuskan untuk ibu-ibu untuk membelinya sebagai menu hidangan penutup keluarga dan cemila nkeluarga atau untuk buah tangan diberikan kepada kerabat.
3.      Strategi Penetapan Harga Amanda Brownies
Strategi penetapan harga merupakan strategi penting dalam menjalankan suatu usaha. Strategi harga yang digunakan sangat membantu pemilik usaha untuk mendapatkan pasar yang lebih besar (Anuraga, 2010). Harga pun telah menjasi salah satu unsur pemasaran yang sangat penting bagi perusahaan. Proses penetapan harga jual Amanda Brownies dimulai dari proses pembelian bahan baku, persediaan, total biaya produksi yang nantinya akan menentukan penetapan harga jual. Pembelian bahan baku merupakan kegiatan pertama yang dilakukan oleh perusahaan Amanda Brownies sebelum melakukan kegiatan produksi dan penjualan. Tahap selanjutnya setelah pembelian bahan baku, yang dilakukan oleh Amanda Brownies adalah mengumpulkan bahan yang telah dibeli yang akan digunakan untuk kegiatan produksi. Proses penetapan harga dalam tahap ini merupakan tahap yang sangat penting setelah sejumlah tahap yang dilakukan oleh Amanda Brownies di atas. Setelah melakukan sejumlah kegiatan seperti belanja, melakukan pengecekan pada stok barang dan total biaya produksi, Amanda Brownies menentukan harga jual produk. Berikut ini merupakan harga jual produk yang telah ditetapkan oleh Amanda Brownies:
Tabel 1.  Daftar Harga Produk Amanda Brownies
No
Produk Amanda Brownies
Harga (Rp)
1
Brownies Kukus Original
36.000
2
Brownies Kukus Cheese Cream
64.000
3
Brownies Kukus Sarikaya Pandan
42.000
4
Brownies Kukus Blueberry
44.000
5
Brownies Kukus Tiramisu
52.000
6
Brownies Kukus Banana Bizz
42.000
7
Brownies Pink Marble
44.000
8
Brownies Kukus Choco Marble
44.000
9
Brownies Kukus Tiramisu Marble
44.000
10
Brownies Green Tea Mint
42.000
Sumber: Patimah (2018)
Patimah (2018) mengungkapkan bahwa jika dibandingkan dengan produk brownies dari toko yang berbeda, harga produk brownies Amanda dinilai memiliki harga yang lebih tinggi. Promosi sangat dibutuhkan oleh perusahaan karena dapat meyakinkan konsumen pada produk yang ditawarkan dan dapat menjadi penentu suksesnya perusahaan dalam menghadapi persaingan di pasar. Selain itu, kegiatan promosi sebagai sarana komunikasi antara produsen dan konsumen untuk memperkenalkan produk, baik jenis, warna, bentuk dan harga, maupun kualitas produk yang ditawarkan atau yang dihasilkan perusahaan serta untuk meningkatkan penjualan (Patimah, 2018).
C.    Kesimpulan
Harga berperan sebagai penentu utama pilihan pembeli, walaupun faktor-faktor non harga juga telah memiliki peran penting yang mempengaruhi perilaku pembeli, harga masih menjadi salah satu unsur terpenting yang menentukan pangsa pasar dan keuntungan yang didapatkan perusahaan. Dalam menentukan harga, perusahaan wajib untuk memperhatikan sasaran dalam menetapkan harga.
Dalam penetapan harga jual produknya, Amanda Brownies menggunakan metode berbasis biaya (cost-based pricing) yang merupakan biaya penuh dengan tambahan tertentu (full cost plus mark-up), dengan memperhitungkan seluruh biaya yang dikeluarkan sejak bahan baku mulai diproses sampai produk siap untuk dijual. Dalam hal ini Amanda Brownies dituntut untuk dapat melakukan perhitungan keseluruhan biaya yang dikeluarkan dalam menciptakan produk dengan benar-benar rinci.


Ini hanya versi sampelnya saja ya...
Untuk file lengkap atau mau dibuatkan custom, silahkan PM kami ke

WA 0882-9980-0026
(Diana)

Happy order kakak ^^

Analisis Pertumbuhan Ekonomi dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi di Propinsi Riau


A.     PENDAHULUAN
1.    Latar Belakang
Pertumbuhan ekonomi menjadi pusat perhatian tiap Negara dan pemerintah karena hasil dari pertumbuhan ekonomi menjadi pemasukan Negara dan propinsi di tiap daerah di Indonesia. Kemudian nantinya dari pemasukan ini akan menjadi sumber APBN dan APBD. Indonesia sendiri, sejak 2007 mengalami pertumbuhan ekonomi yang baik dan memiliki tren yang positif. Hal ini dapat dilihat dari beberapa indicator yang digunakan seperti stabilitas ekonomi makro yang terjaga, surplus transaksi berjalan, cadangan devisa yang tinggi hingga mencapai US$ 124,6 milyar, system nilai tukar yang mengambang (floating system), kondisi fiscal yang sehat, dan kondisi perbankan yang relative lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya (CAR diatas 15%).[1] Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia sedang mengalami masa pertumbuhan ekonomi yang baik. Untuk itu, perlu dilihat bagaimana pembangunan ekonomi yang terjadi pada tingkat propinsi di Indonesia. Pada makalah ini, yang akan menjadi focus pembahasan adalah analisis pertumbuhan ekonomi dan factor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Propinsi Riau.
Riau sendiri merupakan salah satu propinsi di pulau Sumatera yang memiliki luas wilayah 107.932,71 Km2 dari lereng Bukit Barisan hingga Selat Malaka. Letak geografis Riau membuat propinsi ini menjadi wilayah yang dekat dengan jalur perdagangan regional dan internasional di kawasan ASEAN.[2] Pembentukan Propinsi Riau ditetapkan oleh Undang-Undang Darurat Nomor 19 Tahun 1957, yang kemudian diundangkan pada Undang-Undang Nomor 61 Tahun 1958. Proses berdirinya Propinsi Riau ini sendiri tidaklah sebentar, proses ini membutuhkan waktu hingga hamper 6 tahun (17 Novermber 1952 hingga 5 Maret 1958).[3] Riau sendiri memiliki beberapa sector yang mendukung pertumbuhan ekonominya. Sector tersebut adalah pertanian, perkebunan, perternakan, kehutanan, dan perikanan; pertambangan dan penggalian; industry pengolahan; listrik, gas, dan air bersih; bagunan; perdagangan, hotel, dan restoran; pengangkutan dan komunikasi; keuangan, persewaan, dan jasa perusahaan; dan jasa-jasa lainnya. Kemudian dari data BPS Riau 2013, dari semua sector ekonomi tersebut, yang paling banyak memberikan pemasukan kepada PDRB Propinsi Riau adalah sector perdagangan, hotel, dan restoran.
Bagaimana pertumbuhan ekonomi yang telah dicapai oleh Propinsi Riau selama ini dan factor apa saja yang mempengaruhi pertumbuhan tersebut perlu untuk diketahui agar dapat memberikan gambaran dan pedoman bagi pemerintah Propinsi Riau untuk dapat mengembangkan propinsinya dan meningkatkan pendapatan PDRB mereka. Dengan mengetahui factor-faktor yang mempengaruhi pendapatan mereka, maka pemerintah Riau dapat memfokuskan perhatian mereka pada factor tersebut dan mengembangkan aspek-aspek yang ada di dalamnya untuk dapat membiayai pembelanjaan daerahnya. Menurut Caska (2008) tolak ukur keberhasilan pembangunan dapat dilihat dari pertumbuhan ekonomi, struktur ekonomi, dan semakin kecilnya ketimpangan pendapatan antar-penduduk, antar-daerah, dan antar-sektor. Karena itulah pertumbuhan ekonomi dangat penting bagi suatu Negara dan daerah. Kemudian cara yang tepat untuk mengukur pertumbuhan ekonomi juga penting untuk dipertimbnagkan agar ukuran dan metode yang digunakan dapat mewakili keadaan suatu Negara ataupun suatu daerah.


Ini hanya versi sampel aja yaa...
Untuk dibuatkan lengkapnya/ customized
Silahkan contact WA/SMS o85868o39oo9 (Diana)
Ditunggu ordernya yaa, thanks…


[1] Neraca. (2011). Cadangan Devisa Capai US$ 124,6 Miliar. [homepage online]. Diakses dari  http://www.neraca.co.id/article/4811/Cadangan-Devisa-Capai-US-1246-Miliar  tanggal 25 Januari 2014 pukul 05: 18.
[2] http://www.riau.go.id/index.php?/detail/61. Diakses pada 24 April 2014.
[3] http://www.riau.go.id/index.php?/detail/61. Diakses pada 24 April 2014.

Analisis Prospek Penerimaan Negara pada Tahun 2014 di Tengah Krisis Global



PENDAHULUAN
Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 2 tahun 2014, Dana Alokasi Umum Tahun Anggaran 2014 ditetapkan sebesar Rp 341.219.325.651.000,00 (tiga ratus empat puluh satu triliun dua ratus Sembilan belas miliar tiga ratus dua puluh lima juta enam ratus lima puluh satu ribu rupiah). Dana tersebut diharapkan bisa dipergunakan secara maksimal untuk pembangunan daerah. Pengalaman tahun-tahun sebelumnya, aktivitas belanja negara menumpuk di akhir tahun. Misalnya pada tahun lalu, realisasi belanja pemerintah sampai tanggal 30 November 2013 baru mencapai 80,3 persen. Agar semua program pembangunan dapat terealisasikan tepat waktu, tepat sasaran, dan memberikan dampak maksimal kepada pembangunan, maka Presiden meminta kementerian/lembaga dan pemerintah daerah untuk segera mewujudkan program-program yang telah dialokasikan di anggaran 2014 setelah menyerahkan Daftar Isian Pelaksana Anggaran (DIPA).
Jumlah Dana Alokasi Umum tersebut tergolong besar. Untuk mengimbanginya, pemerintah dan DPR menargetkan jumlah anggaran penerimaan atau pendapatan Negara mencapai Rp 1.667 triliun. Padahal, saat ini dunia sedang mengalami krisis global yang disebabkan oleh krisis Eropa dan Amerika. Meskipun demikian, banyak pihak yang optimis terhadap perkembangan ekonomi Indonesia.
Pertumbuhan ekonomi tahun 2014, seperti diperkirakan Badan Kebijakan Fiskal, berkisar 5,8 persen sampai 6 persen. Bank Pembangunan Asia (ADB) juga memprediksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2014 sekitar 6 persen. Sementara itu, Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun 2014 adalah 5,8 persen-6,2 persen. Angka ini lebih tinggi daripada proyeksi tahun 2013 ini sebesar 5,5 persen-5,9 persen.
Namun sebaliknya, Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun depan melambat. Dari perkiraan tahun ini sebesar 5,6 persen, Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi tahun depan sebesar 5,3 persen.
Makalah ini akan membahas lebih lanjut bagaimana prospek perekonomian Indonesia pada tahun 2014 yang juga berpengaruh pada penerimaan Negara di tahun yang sama. Selain itu, akan dibahas juga strategi-strategi yang dipersiapkan untuk bertahan menghadapi krisis global.

Ini hanya versi sampel saja,

 kalau mau request / customized,  

silahkan contact:



WA/ SMS O85868o39oo9 (Diana)



Ditunggu ordernya yaaahh, trims…

Analisis Persaingan Industri Menurut Porter



Dalam dunia bisnis sekarang ini tidak ada satu bidang bisnis pun yang tidak mengalami persaingan. Persaingan ini bisa datang dari pesaing dengan produk sejenis atau bahkan produk yang tidak sejenis. Namun dalam sebuah persaingan, kita menemukan salah satu kesalahan konsepsi yang paling populer mengenai persaingan: Gagasan bahwa kesuksesan datang dari “menjadi yang terbaik.” Disini kita akan berusaha mengungkap kesalahan konsepsi ini. 
Sebagian besar orang menganggap persaingan sebagai persaingan langsung antar pesaing. Itu adalah definisi standar yang akan anda temukan jika anda memperhatikannya. Apple menjual iPhone. Research In Motion mengembangkan andalannya, BlackBerry. Kedua pesaing ini terlibat dalam persaingan untuk memenangkan bisnis smartphone. Disaat yang sama, Yamaha bersaing dengan Steinway untuk menjual piano. BMW dan Audi bersaing menjual mobil, sedangkan Hyat dan Westin bersaing menyewakan kamar hotel.
Tapi cara pemikiran mengenai persaingan ini terlalu sempit. Poin nyata persaingan bukanlah untuk menghancurkan pesaing anda. Ini bukanlah tentang memenangkan sebuah penjualan. Poin utamanya adalah untuk memperoleh keuntungan. Bersaing demi keuntungan lebih rumit. Ini adalah perjuangan yang melibatkan para pemain ganda, bukan hanya para pesaingnya, tapi siapapun yang dapat menciptakan nilai dalam sebuah industri. Perusahaan bersaing demi keuntungan dan juga para pesaingnya, tapi mereka juga terlibat dalam persaingan demi keuntungan para konsumen mereka, yang akan selalu merasa lebih senang untuk  membayar lebih murah dan mendapatkan lebih banyak. Mereka bersaing dengan para pesaing yang membuat produk yang dapat digantikan dengan produk mereka sendiri. Dan mereka bersaing dengan para pesaing potensial dan juga para pesaing yang sudah ada, karena bahkan ancaman tempat-tempat peserta baru mengenai seberapa banyak mereka dapat menjejali para konsumen mereka dengan produk yang mampu mereka buat..


Analisis ini masih dalam tahap versi draft
Untuk pemesanan analisis ini atau 
permintaan pembuatan judul lain
Silakan Request Aja ke
Diana o85868o39oo9

Ditunggu Ordernya yaa??