Tampilkan postingan dengan label bidang manufaktur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bidang manufaktur. Tampilkan semua postingan

Laporan Penelitian Terkait Supply Chain Di Perusahaan Manufaktur: Kasus Perusahaan Unilever

 

Laporan Penelitian Terkait Supply Chain Di Perusahaan Manufaktur:

Kasus Perusahaan Unilever

A.    Pendahuluan

Bisnis dan usaha sudah menjadi bagian penting dalam peradaban manusia saat ini. Dunia bisnis dan usaha memiliki peranan yang sangat penting dalam menopang kehidupan manusia, membantu dalam memenuhi kebutuhan manusia adalam kehidupan sehari-hari. Oleh sebab itulah dunia bisnis dan usaha terus perkembangan dari waktu ke waktu. berkaitan dengan hal ini, ada dua kelompok bisnis yang ada, yaitu bisnis yang bergerak di bidang manufaktur dan jasa. Keduanya merupakan dua hal yang berbeda, namun memiliki kaitan yang sangat erat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.

Dalam laporan ini akan dibahas tentang kegiatan manufaktur dalam suatu perusahaan tertentu, khususnya pada masalah supply chain yang terjadi dalam perusahaan tersebut. mengingat bahwa supply chain atau rantai pasokan merupakan salah satu bagian paling penting adalam kegiatan manufaktur, karena ini akan menentukan bagaimana hasil akhir sebuah produk. Dalam hal ini, supply chain mengacu pada aliran material, informasi, uang, dan jasa dari pemasok bahan baku, melalui pabrik dan gudang ke pelanggan akhir. Sebuah supply chain juga mencakup organisasi dan proses yang menghasilkan dan mengirimkan produk, informasi, dan layanan untuk konsumen akhir. Sebuah supply chain juga mencakup organisasi dan proses yang menghasilkan dan mengirimkan produk, informasi, dan layanan untuk konsumen akhir (Rainer Jr. & Cegielski, 2011).

Sehubungan dengan hal ini, perusahaan yang dipilih adalah perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang produksi barang-barang perlengkapan rumah tangga seperti sabun, deterjen, margarin, makanan berinti susu, es krim, produk-produk kosmetik, minuman dengan bahan pokok teh dan minuman sari buah, yaitu PT Unilever Indonesia. Beberapa merek yang terkenal dri perusahaan ini adalah Pepsodent, Lux, Lifebuoy, Dove, Sunsilk, Clear, Rexona, Vaseline, Rinso, Molto, Sunlight, Wall’s, Royco, Bango, dan masih banyak lagi  (Unilever Indonesia, 2020).

 

B.      Kajian Literatur

C. Metode penelitian

Dalam penulisan penelitian ini, metode yang digunakan adalah melalui observasi dan wawancara terhadap sejumlah anggota perusahaan manufaktur yang dipilih dalam penulisan laporan ini. Observasi mengarah pada teknik mengumpulan data dengan cara mengamati dan mencatat secara sistematik unsur-unsur yang tampak dalam suatu obyek penelitian. Sementara wawancara adalah teknik pengumpulan data dengan cara menanyakan sesuatu kepada seorang informan dengan cara bercakap-cakap tatap muka (Afifudin & Saebani, 2012).

D.    Analisisi dan Pembahasan

Pada bagian analisis dan pembahasan ini, ada beberapa hal yang akan menjadi fokus pokok bahasan, tentang supplay chain dalam perusahaan manufaktur. Hal yang akan dibahas diantaranya adalah perusahaan manufaktur itu sendiri, yaitu PT Unilever Indonesia. Disusul dengan penerapan supply chain dalam perusahaan tersebut, yang meliputi jaringan, strategi pelaksanaan dan kinerja. Berikut ini merupakan penjelasannya:

1.      Gambaran singkat perusahaan PT Unilever Indonesia

Unilever merupakan salah satu perusahaan yang cukup terkenal, bukan hanya di Indonesia melainkan seluruh dunia. Produk-produk dari unilever dengan merek Pepsodent, Lux, Lifebuoy, Dove, Sunsilk, Clear, Rexona, Vaseline, Rinso, Molto, Sunlight, Wall’s, Royco, Bango, dan masih banyak lagi, sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Lebih lanjut, merek-merek ini meliputi produk makanan, dan kebanyakan adalah produk perlengkapan mandi dan perawatan tubuh. Bahkan tidak menutup kemungkinan bahwa setidaknya ada sekitar 2.5 miliar orang di dunia menggunakan berbagai produk Unilever setiap harinya  (Unilever Indonesia, 2020).

2.      Jaringan supply chain

Jaringan supply chain merupakan salah satu hal yang paling penting dalam perusahaan manufaktur. Sebab dari sinilah dapat diketahui bagaimana jalur bahan pasokan diolah, mulai dari bahan baku hingga produk akhir. Dalam hal ini, berikut ini merupakan gambaran utama bagaimana jaringan pasokan di perusahaan Unilever Indonesia berlangsung, yaitu:


Sumber: Laporan Keberlanjutan 2017, PT Unilever Indonesia Tbk

Berdasarkan gambar diatas, maka berikut ini merupakan keterangan alur jaringan  supplay chain di Unilever Indonesia berlangsung:

a.       Pertanian dan perkebunan                            

            Sebagai pemasok utama bahan bagi, Unilever Indonesia lebih melibatkan sejumlag petani kecil. Setidaknya ada sekitar 25.000 petani kecil yang terlibat. Mulai dari petani kelapa sawit, petani kedelai, dan hasil tani yang lainnya (Laporan Tahunan 2017). 

 

Hubungan Diplomatik antara Indonesia dengan Korea Selatan: Kerja Sama di Bidang Manufaktur


Hubungan Diplomatik antara Indonesia dengan Korea Selatan: Kerja Sama di Bidang Manufaktur
A.    Latar Belakang
Salah satu bentuk dari interaksi dalam hubungan internasional adalah kerjasama internasional. Kerjasama internasional bertujuan untuk meningkatkan hubungan bilateral maupun multilateral guna mencapai tujuan nasional. Dalam menjalankan kerjasama antar negara pun juga harus mencakup interaksi yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak, termasuk kerjasama antara Indonesia dengan Korea Selatan. Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Korea Selatan sendiri dimulai dengan hubungan tingkat konsuler pada tahun 1966 yang diawali dengan penandatangan persetujuan konsuler. Kantor Konsulat Jendral Republik Korea di Jakarta dibuka secara resmi pada tanggal 1 Desember 1966. Kunjungan negara yang dilakukan oleh Indonesia dan Korea Selatan ini pun juga sering dilakukan oleh para pemimpin politik, ekonomi, sosial, dan budaya dari masing-masing negara setelah tercetusnya hubungan konsuler tersebut (Afriantari & Putri, 2017; Syarief, 2016).