Tampilkan postingan dengan label perilaku konsumen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perilaku konsumen. Tampilkan semua postingan

Brand Ambassador dan Korean Wave sebagai Strategi dalam Meningkatkan Keputusan Pembelian Produk Kosmetik Korea

Brand Ambassador dan Korean Wave sebagai Strategi dalam Meningkatkan Keputusan Pembelian Produk Kosmetik Korea


 

A.    Pendahuluan

Dalam beberapa tahun terakhir ini, budaya Korea Selatan menjadi budaya yang populer dan digemari oleh masyarakat global. Budaya popular ini dapat menjadi salah satu upaya pemerintah Korea Selatan untuk meningkatkan citra Korea dengan menyebarkan kebudayaan dan seni ke negara lain. Penyebaran budaya Korea tersebut disebut dengan istilah Korean wave. Korean wave merupakan suatu fenomena penyebaran budaya Korea yang populer di masyarakat global. Fenomena Korean wave tersebut bermula dari drama, film, dan musik Korea yang tayang dan menyebar di China yang kemudian semakin berkembang dan populer di negara lain terutama di kawasan Asia (Srihartati & Abdillah, 2018).

Penyebaran Korean wave tersebut memiliki dampak pada masyarakat global yang semakin tertarik dengan produk budaya Korea yang lain seperti kuliner, fashion dan gaya hidup. Meningkatnya minat masyarakat global terhadap budaya Korea tersebut mendorong ekspor produk Korea ke negara lain. Salah satunya adalah ekspor produk unggulan Korea, yaitu kosmetik. Terdapat peningkatan jumlah ekspor kosmetik Korea dalam beberapa tahun terakhir. Kosmetik Korea telah menjadi produk ekspor Korea yang paling banyak diminati. Meningkatnya minat kosmetik Korea tersebut tidak lepas dari strategi pemasaran perusahaan dalam mempromosikan produk. Fenomena tersebut membuka kesempatan bagi para produsen kosmetik untuk memasarkan produk kosmetik secara global (Srihartati & Abdillah, 2018).


B.     Pembahasan

1.      Korean Wave

Korean Wave atau Hallyu diartikan sebagai budaya yang merujuk pada popularitas budaya korea di luar negeri yang menawarkan hiburan Korea yang terbaru yang terdiri dari film, drama, musik pop, animasi dan sejenisnya. Istilah Hallyu atau Korean Wave merupakan istilah yang diberikan untuk penyebaran budaya Pop Korea atau gelombang Korea secara global diberbagai negara di dunia. Menurut Septyarti (dalam Susanti, 2017) Hallyu merupakan istilah yang dipopulerkan oleh media China untuk mengacu pada budaya pop dan hiburan Korea yang mencakup film, drama, musik, dan fashion yang berhasil memberikan pengaruh terhadap negara-negara lain (Susanti, 2017). Korean wave banyak bersumber dari film, drama dan musik Korea yang diperkuat dengan kemudakan untuk mengakses di era digital ini. Korean wave memberikan peluang dalam memperkenalkan budaya Korea melalui drama atau musik. Budaya Korea yang terdapat dalam drama dan musik tersebut menunjukkan kehidupan masyarakat Korea seperti gaya hidup, cara berperilaku, fashion dan produk yang digunakan oleh masyarakat (Srihartati & Abdillah, 2018).

2.      Brand Ambassador dalam Meningkatkan Keputusan Pembelian Produk Kosmetik Korea

Strategi pemasaran yang dilakukan dengan melakukan kerja sama dengan brand ambassador merupakan bentuk strategi yang telah lama digunakan oleh banyak perusahaan dan dinilai efektif untuk memperkenalkan produk pada masyarakat. Royan (dalam Lestari et al., 2019) menjelaskan bahwa suatu iklan yang disampaikan oleh sumber yang menarik seperti selebriti yang populer akan mendapatkan perhatian yang besar dan akan mudah diingat oleh masyarakat. Brand ambassador akan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap citra suatu merek, yang didorong oleh karena citra dari seorang brand ambassador yang memberikan pengaruh terhadap citra pada merek. Citra dari dari brand ambassador inilah yang nantinya akan memberikan pengaruh persepsi masyarakat terhadap citra merek dan akan menarik konsumen untuk membeli produk terkait.  


3.      Korean Wave dalam Meningkatkan Keputusan Pembelian Produk Kosmetik Korea

Penelitian Son et al. (dalam Srihartati & Abdillah, 2018) mengungkapkan bahwa Korean wave dapat menjadi kekuatan Korea untuk mempromosikan citra negara dan yang nantinya dapat meningkatkan ekspor produk Korea. Kesuksesan Korean wave dalam membentuk citra positif kebudayaan negara tersebut memiliki dampak pada meningkatnya minat masyarakat internasional terhadap produk Korea yang membawa kebudayaan Korea secara global. Kim (dalam Srihartati & Abdillah, 2018) menjelaskan bahwa Korean wave dapat membentuk citra positif negara Korea dalam meningkatkan kredibilitas perusahaan dan merek Korea yang memiliki dampak pada  semakin tingginya konsumsi berbagai bentuk produk Korea. Drama, film dan musik yang merupakan bagian dari produk kebudayaan populer Korea membawa citra positif kebudayaan Korea. 

CRITICAL REVIEW - CONSUMER BUYING AND DECISION MAKING BEHAVIOR OF A DIGITAL CAMERA IN THAILAND

 CRITICAL REVIEW
PERILAKU PEMBELIAN KONSUMEN DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN KAMERA DIGITAL DI THAILAND

Kawee Boonlertvanich
Institute of International Studies, Ramkhamhaeng University
Bangkok, Thailand


Salah satu pertanyaan yang ditanyakan adalah apakah perilaku pembelian konsumen berbeda di mana produk teknologi dipertimbangkan? Pengaruh teknologi adalah pervasif. Pasar teknologi tinggi dikategorisasi sebagai kompleks. Selain itu, mereka eksis dalam kondisi teknologi yang cepat berubah yang menyebabkan siklus hidup yang lebih pendek dan kebutuhan untuk keputusan cepat. Kecepatan sangat penting dalam pasar high-tech dan didorong oleh meningkatnya kompetisi dan harapan pelanggan yang terus tumbuh. Level resiko lebih tinggi yang disebabkan oleh faktor-faktor ini akan mempengaruhi pelanggan maupun produsen.

Sebagai akibat kondisi pasar dinamis ini, perusahaan high-tech sering bergantung pada fokus produk. Selain itu, fokus produk diarahkan oleh inovasi dalam teknologi daripada kebutuhan pelanggan. Subjek ini sering menyebabkan pengabaian fokus pelanggan yang merupakan sukses kunci di pasar masa kini yang kompetitif secara global.

Satu cara untuk fokus pada konsumen adalah meneliti keputusan mereka. Wawasan ke dalam proses pengambilan keputusan pelanggan menyebabkan perkembangan strategi pemasaran efektif yang lebih baik. Strategi yang dihasilkan bisa diubah atau dimodifikasi bergantung pada bagaimana konsumen memperoleh, memproses, dan menggunakan informasi pengambilan keputusan ketika membeli. Memahami perilaku pengambilan keputusan konsumen terkait pembelian penting bagi aktifitas pemasaran strategis perusahaan, dan komunikasi efektif dengan segmen konsumen berbeda bisa dibantu dengan memahami proses psikologis yang mempengaruhi perilaku konsumen.

Penelitian ini menerapkan desain penelitian kuantitatif dan mensurvey gaya pengambilan keputusan konsumen, menggunakan CSI, untuk meneliti perilaku pembelian konsumen dari pasar kamera digital di Bangkok. Selain itu, beberapa faktor selain CSI ditambahkan untuk meningkatkan kredibilitas studi ini seperti pengaruh sosial, pengaruh media dan gaya hidup. Terlebih lagi, studi ini juga fokus pada hubungan antara usia, gender, pendapatan dan faktor lain dengan delapan gaya pengambilan keputusan konsumen.

Informasi demografi mengindikasikan sebagian besar pemilik kamera digital yang telah dibeli digunakan untuk penggunaan pribadi. Sebagian besar pemebeli masa yang akan datang memiliki intensi yang sama. Untuk pemilik merek yang paling populer adalah Sony, diikuti oleh Canon dan Fuji. Rentang harga untuk kamera digitam pribadi berkisar US $263 hingga $395. Untuk pembeli mendatang tersebut, kamera digital Sony paling banyak menyedot perhatian diikuti oleh Canon dan Konica. Kenyataannya, pelanggan cenderung untuk membeli merek yang terkenal di pasaran daripada mereka yang merek “lain” yang kurang dikenal. Lebih lanjut, hasil menunjukkan bahwa harga pembeli mendatang berniat untuk menghabiskan harga yang sama yang dibayarkan oleh partisipan yang telah memiliki kamera digital pribadi.

Menariknya, dari hasil penelitian ini ternyata pemilik kamera digital wanita lebih tinggi daripada yang dimiliki oleh pria. Meskipun tingkat kepemilikan partisipan wanita lebih tinggi daripada partisipan pria, tingkat keinginan untuk membeli kamera digital baik pria maupun wanita juga hampir sama. Manajer pemasaran sebaiknya memperhatikan bahwa responden wanita merupakan sekelompok besar pembeli kamera digital di bangkok. Rancangan produk, promosi, dan pengembang sebaiknya tidak mengacuhkan pembeli wanita.

Ketika melihat pada sejumlah responden yang memiliki kamera digital pribadi pada kelompok usia 18-24 dapat disimpulkan sebagai kunci pelanggan potensial di pasar kamera digital Thailand. Menyadari merek dimiliki oleh partisipan usia kurang dari 18 hingga 34 tahun, peneliti menemukan bahwa pelanggan membeli mereka kamera digital yang terkenal di Thailand seperti Sony, Canon dan Fuji. Lebih lanjut, sebagian besar responden tidak memiliki ketertarikan dalam pembelian kamera digital di masa mendatang dan mereka mencari kamera digital dengan harga yang murah ketika mereka ingin membeli kamera digital yang baru. Oleh karena itu, manajer pemasaran sebaiknya merancang dan mengembangkan produk baru untuk menarik pelanggan ini dengan lebih banyak fokus pada harga kamera digital.

Dari hasil penelitian ini, tingkat pendapatan tampaknya mempengaruhi jumlah uang yang dihabiskan, atau bermaksud untuk mendapatkan kamera digital di masa mendatang. Partisipan yang memiliki pendapatan bulanan yang tinggi malah cenderung menghabiskan uang yang lebih sedikit dalam membeli atau merencanakan pembelian kamera digital di masa mendatang. Sebagai contoh, sebagian besar responden yang memiliki pendapatan mulai US $395 hingga $526 bersedia untuk membeli kamera digital dengan rentang harga mulai US $263 hingga $395. Kontrasnya, partisipan yang memiliki pendapatan bulanan yang rendah lebih cenderung menghabiskan lebih banyak uang juga dalam membeli atau merencanakan pembelian kamera digital di masa mendatang. Sebagai contoh, sebagian besar pelanggan yang memiliki pendapatan kurang dari US $263 bersedia untuk membeli kamera digital dengan harga mulai US $263 hingga $395. Lagi, untuk membuat catatan ini, diperlukan strategi pemasaran yang tepat untuk menyasar kepada konsumen dengan tingkat pendapatan yang lebih rendah.

Sekian dulu yaa??
Kalo mau versi lengkap atau
mau bikin critical review jurnal lain
silakan hub saya
Diana - o85868o39oo9
Ditunggu Ordernya yaaa?
Thanks